
Banjarnegara, 21 Oktober 2025 — Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semester 3 STIT Tunas Bangsa Banjarnegara turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Literasi Banjarnegara Tahun 2025 yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, di Basement Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara.
Festival yang mengusung tema “Semangat Berliterasi Membangun Kreativitas dan Nilai Ekonomi Banjarnegara” ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat, sekaligus menggali potensi ekonomi berbasis literasi.
Wakil Bupati berharap kegiatan ini mampu meningkatkan literasi masyarakat agar menunjang perekonomian di masa mendatang.
Festival Literasi Banjarnegara 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (21–23 Oktober 2025), berlokasi di halaman Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara. Acara ini menampilkan beragam kegiatan, mulai dari gelar wicara (talk show), pameran karya literasi, hingga pameran produk ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas literasi dari berbagai wilayah.
Sebanyak 15 stand pameran turut meramaikan acara ini, menampilkan berbagai karya dan produk hasil kreativitas masyarakat Banjarnegara. Mahasiswa MPI STIT Tunas Bangsa yang hadir memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung tentang manajemen kegiatan literasi, strategi pengembangan ekonomi kreatif, serta pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam membangun budaya literasi.
Salah satu mahasiswa MPI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan program-program literasi di kampus.
“Kami belajar bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang bagaimana mengubah pengetahuan menjadi karya dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan mahasiswa MPI STIT Tunas Bangsa Banjarnegara semakin terdorong untuk berperan aktif dalam menggerakkan literasi masyarakat, sejalan dengan semangat festival yang mengedepankan kreativitas dan nilai ekonomi berbasis literasi.