
Oleh Nazarudin
Temanggung, 28 Oktober 2026 — STIT Tunas Bangsa Banjarnegara turut berpartisipasi dalam kegiatan International Seminar bertema “Faith, Humanity, and Global Solidarity: Reimagining Public Theology in Indonesia and the Philippines” yang diselenggarakan pada Rabu (28/10/2026) di Temanggung, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara sekaligus momentum untuk memperkuat jejaring kerja sama di bidang pendidikan tinggi.
Seminar internasional tersebut mengangkat tema iman, kemanusiaan, dan solidaritas global dengan fokus pada pemikiran ulang mengenai teologi publik di Indonesia dan Filipina. Tema ini menyoroti pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat serta kontribusinya terhadap penguatan solidaritas dan kemanusiaan di tengah keberagaman.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari Indonesia dan Filipina. Di antara narasumber yang tercantum dalam publikasi kegiatan ialah Lorna M. Yaco, Ph.D., dari Department of Education, Benguet, Filipina, serta Carmel F. Meris, Ph.D., dari Schools Division of Benguet, Filipina. Sementara itu, Mohammad Farhan Zeb Khan, M.Pd., bertugas sebagai moderator.
Partisipasi STIT Tunas Bangsa Banjarnegara dalam kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan nota kesepakatan kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA). Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kemitraan antar lembaga pendidikan serta membuka peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara berkomitmen untuk mendorong kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang pelaksanaan program bersama, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, keikutsertaan dalam seminar internasional juga memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan global. Pertemuan akademisi dari berbagai institusi dan negara menjadi kesempatan untuk berbagi perspektif, membangun komunikasi, serta mengembangkan pemahaman terhadap isu-isu pendidikan, keagamaan, dan kemanusiaan.
Melalui momentum ini, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara terus mendorong penguatan jejaring kemitraan sebagai bagian dari upaya pengembangan institusi. Sinergi antar lembaga diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi perguruan tinggi, sivitas akademika, dan masyarakat.