
Oleh Nazarudin
Tunas Bangsa — Dunia jurnalistik tidak hanya berbicara tentang berita, kamera, atau kegiatan menulis. Lebih dari itu, jurnalistik merupakan ruang untuk belajar melihat, bertanya, mencari informasi, dan mengubah sebuah peristiwa menjadi cerita yang bermakna.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pengenalan UKM Jurnalistik Tunas Bangsa atau Narasi Bangsa dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tunas Bangsa 2026, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan PBAK hari kedua diisi dengan berbagai agenda, termasuk pengenalan Himpunan Mahasiswa serta pengenalan UKM dan organisasi mahasiswa kepada peserta. Dalam rangkaian Expo ORMAWA, UKM Jurnalistik Tunas Bangsa mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan aktivitas dan bidang yang menjadi ruang pengembangan mahasiswa.
Melalui sesi orasi dan penampilan UKM, Narasi Bangsa memperkenalkan jurnalistik sebagai salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya.
Jurnalistik tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang sudah pandai menulis. Mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap fotografi, videografi, desain, editing, wawancara, maupun media sosial juga dapat mengembangkan potensinya melalui UKM tersebut. Dalam pengenalan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa aktivitas jurnalistik berawal dari rasa ingin tahu.
Ketika melihat sebuah kegiatan, seorang jurnalis tidak berhenti pada apa yang tampak di depan mata. Ia akan bertanya: apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan dan di mana peristiwa berlangsung, mengapa hal tersebut terjadi, serta bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut kemudian menjadi dasar untuk mencari informasi dan menyusun sebuah cerita. “Setiap orang punya cerita. Narasi Bangsa hadir untuk mengubah cerita menjadi karya.” Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa dalam pengenalan UKM Jurnalistik Tunas Bangsa. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penikmat informasi, tetapi juga berani menjadi pihak yang menghasilkan dan menyampaikan informasi.
Selain kemampuan jurnalistik, bergabung dalam organisasi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman. Mahasiswa dapat belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi, bertanggung jawab terhadap tugas, serta berproses menghasilkan karya. Dalam perkembangan media digital saat ini, kemampuan tersebut menjadi semakin relevan. Informasi tidak hanya disampaikan melalui media cetak, tetapi juga melalui website, media sosial, foto, video, dan berbagai bentuk konten digital. Karena itu, Narasi Bangsa membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin belajar dan berkembang sesuai minatnya. Tidak harus sudah mahir. Tidak harus sudah percaya diri. Tidak harus sudah memiliki pengalaman. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mencoba.
Pengenalan UKM Jurnalistik Tunas Bangsa dalam PBAK 2026 sekaligus menjadi ajakan kepada mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang belajar yang lebih luas. Sebab, kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Ada pengalaman yang dapat ditemukan melalui organisasi, ada kemampuan yang dapat diasah melalui praktik, dan ada karya yang dapat lahir dari keberanian untuk mencoba. Jangan hanya menjadi penonton dari cerita orang lain. Mari menjadi bagian dari cerita dan mengubahnya menjadi karya bersama Narasi Bangsa.