STITUSA BANJARNEGARA

Mengenal Kampus Lebih Dekat, PBAK Tunas Bangsa 2026 Jadi Langkah Awal Mahasiswa Berproses

Oleh Abdiel Mahardika Purnama

 

 

Tunas Bangsa — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya tentang mengenal ruang kelas, dosen, dan jadwal perkuliahan. Bagi mahasiswa baru, masa awal perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus, membangun relasi, serta menemukan ruang untuk mengembangkan potensi diri. Hal tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tunas Bangsa 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026.

Pada hari kedua, peserta mengikuti sejumlah agenda yang memperkenalkan kehidupan kemahasiswaan secara lebih luas. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi outbound, penampilan bakat, pengenalan Himpunan Mahasiswa, hingga pengenalan UKM dan organisasi mahasiswa. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah pengenalan organisasi mahasiswa melalui Expo ORMAWA. Dalam agenda tersebut, mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai organisasi yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama menjalani masa perkuliahan.

Berbagai organisasi hadir dengan karakter dan bidang kegiatan masing-masing. Ada organisasi yang berfokus pada bidang akademik, kreativitas, media, sosial, maupun pengembangan minat dan bakat. Kehadiran berbagai organisasi tersebut memberikan pilihan kepada mahasiswa baru untuk menemukan ruang yang sesuai dengan ketertarikan mereka. Lebih dari sekadar kegiatan tambahan di luar perkuliahan, organisasi mahasiswa dapat menjadi tempat belajar melalui pengalaman. Di dalam organisasi, mahasiswa dapat belajar bagaimana menyampaikan pendapat, bekerja sama dengan orang lain, mengelola kegiatan, membagi tanggung jawab, hingga menyelesaikan persoalan yang muncul dalam proses pelaksanaan kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa. Sebab, tidak semua kemampuan dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Kemampuan berbicara di depan umum, misalnya, akan semakin berkembang ketika mahasiswa berani mengambil kesempatan untuk menjadi pembicara atau menyampaikan gagasan. Begitu pula kemampuan bekerja dalam tim yang dapat terasah ketika mahasiswa terlibat langsung dalam sebuah kepanitiaan atau program kerja. Karena itu, PBAK tidak hanya dapat dipandang sebagai kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Lebih jauh, PBAK menjadi salah satu pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki banyak ruang pembelajaran. Mahasiswa dapat belajar dari dosen di ruang akademik. Mahasiswa dapat belajar dari teman dalam kehidupan sosial. Dan mahasiswa dapat belajar dari pengalaman ketika terlibat dalam organisasi.

Pada akhirnya, pilihan untuk bergabung dengan organisasi tentu menjadi keputusan masing-masing mahasiswa. Namun, mengenal berbagai organisasi sejak awal dapat membantu mahasiswa menentukan ruang yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan tujuan pengembangan dirinya.

Ketua pelaksana PBAK Tunas Bangsa 2026, Nanda Aditya Lutfika Rofik, bersama seluruh panitia menjadi bagian dari terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut. Melalui berbagai agenda yang disiapkan, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak melihat berbagai kemungkinan pengalaman yang dapat mereka jalani selama menjadi mahasiswa. PBAK pun akhirnya bukan sekadar tentang hari pertama mengenal kampus. Ia menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang tentang mengenal, mencoba, berproses, dan menemukan diri sendiri sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa.

 

 

 

Scroll to Top