
Oleh Tim Jurnalistik STIT Tunas Bangsa
BANJARNEGARA — Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cagar Literasi menggelar kegiatan Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi yang bertempat di TBM Cagar Literasi, Dusun Kayusemut, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, pada Ahad (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar inklusif yang menghimpun peserta lintas generasi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga warga lanjut usia (lansia).
Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai sepanjang berjalannya acara. Tanpa sekat perbedaan usia, para peserta duduk berdampingan menyimak penyampaian materi, merangkai gagasan ke dalam larik-larik bait puisi, hingga
Melatih teknik pembacaan puisi dengan penuh penjiwaan. Kehadiran kelompok lansia dalam pelatihan ini menarik perhatian sekaligus memberikan inspirasi mendalam bahwa semangat menuntut ilmu dan berkarya tidak terbatas oleh usia. Salah seorang peserta lansia, Yuti, menuturkan alasannya mengikuti kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya didasari keinginan untuk menginspirasi anak dan cucunya agar senantiasa memiliki semangat belajar. Beliau juga mengaku terkejut karena proses kreatif menulis puisi ternyata jauh lebih mudah dan menyenangkan dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.
“Saya ikut acara ini meneruskan buat cucu-cucu saya supaya pintar baca puisi. Ternyata tidak susah, saya sangat senang bisa belajar di sini,” ujar Yuti dengan penuh senyum.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Elyvia Widyaswarani, M.Pd., seorang dosen sekaligus penulis puisi. Elyvia menjelaskan bahwa pendekatan materi yang dirancang difokuskan pada konsep yang ringan, sederhana, dan adaptif agar mudah diserap oleh seluruh kalangan peserta dari berbagai latar belakang usia. “Materi hari ini dibuat ringan dengan mengajarkan dasar menulis puisi dari kata-kata sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dimengerti oleh semua orang. Antusiasme peserta sangat luar biasa, baik yang sudah lansia maupun yang masih muda semuanya bisa menerima materi dengan baik,” jelas Elyvia saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Ketua Forum TBM Cagar Literasi, Siti Farida, menekankan pentingnya aspek kesehatan mental dan pengelolaan emosi dalam kegiatan literasi ini. Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketergantungan masyarakat terhadap perangkat seluler (gadget), aktivitas bersastra seperti puisi hadir sebagai media penyeimbang jiwa.
“Diharapkan para peserta dapat belajar mengelola kejiwaan sehingga menjadi insan yang lebih tenang. Saat ini emosi banyak dipengaruhi oleh maraknya penggunaan gadget, sehingga puisi masuk sebagai salah satu sarana penenang dan seni mengelola jiwa. Dengan demikian, kedamaian tersebut dapat tercermin baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat,” tegas Siti Farida. Melalui penyelenggaraan Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi ini, TBM Cagar Literasi berharap semangat literasi di wilayah Banjarnegara terus tumbuh subur, sekaligus membuktikan bahwa ruang-ruang belajar kebudayaan mampu merekatkan tali silaturahmi antar-generasi.